Sabtu, 21 Maret 2015

KOMINUSI ATAU REDUKSI UKURAN (COMMINUTION)

KOMINUSI ATAU REDUKSI UKURAN (COMMINUTION)

Kominusi atau pengecilan ukuran merupakan tahap awal dalam proses PBG yang bertujuan untuk :
1.    Membebaskan / meliberasi (to liberate) mineral berharga dari material pengotornya.
2.    Menghasilkan ukuran dan bentuk partikel yang sesuai dengan kebutuhan pada proses berikutnya.
3.    Memperluas permukaan partikel agar dapat mempercepat kontak dengan zat lain, misalnya reagen flotasi.

Kominusi ada 2 (dua) macam, yaitu :
1.Peremukan / pemecahan (crushing)
2.Penggerusan / penghalusan (grinding)

Disamping itu kominusi, baik peremukan maupun penggerusan, bisa terdiri dari beberapa tahap, yaitu :
·         Tahap pertama / primer (primary stage)
·         Tahap kedua / sekunder (secondary stage)
·         Tahap ketiga / tersier (tertiary stage)
·         Kadang-kadang ada tahap keempat / kwarter (quaternary stage)

Peremukan / Pemecahan (Crushing) Peremukan adalah proses reduksi ukuran dari bahan galian / bijih yang langsung dari tambang (ROM = run of mine) dan berukuran besar-besar (diameter sekitar 100 cm) menjadi ukuran 20-25 cm bahkan bisa sampai ukuran 2,5 cm.



Peralatan yang dipakai antara lain adalah :
1.    Jaw crusher
http://www.aggdesigns.com/images/info-pages/Jaw-diagram-600.jpg

2.    Gyratory crusher

https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSFZIo0mqLyzdYIEghiPBimaxrhkniKnO3UaFGvIpcE3UKJ-oEZZQ




3.    Cone crusher
https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTJcMd_ihLnabJDAn3Tgq6kuu6Ou3G2htHuMXov6rvgP0FeQC2lPQ


4.    Roll crusher
https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS8gQYrQ2jzQJNTXxRDilvxOZYNcwZK5eAsyzPTFxRhX1ZIhI8qNg


5.    Impact crusher
http://www.goldencrusher.com/upload/impactcrushercopy.jpg
6.    Rotary breaker
http://equipmentbazar.com/NewImages/Mining_Equipments/Breakers/TRF_Rotary_Breaker/BigImage/TRF_Rotary_Breaker_1.jpg


Penggerusan / Penghalusan (Grinding). Penggerusan adalah proses lanjutan pengecilan ukuran dari yang sudah berukuran 2,5 cm menjadi ukuran yang lebih halus. Pada proses penggerusan dibutuhkan media penggerusan yang antara lain terdiri dari :
1.    Bola-bola baja atau keramik (steel or ceramic balls).
2.    Batang-batang baja (steel rods).
3.    Campuran bola-bola baja dan bahan galian atau bijihnya sendiri yang disebut semi autagenous mill (SAG).
4.    Tanpa media penggerus, hanya bahan galian atau bijihnya yang saling menggerus dan disebut autogenous mill.

Peralatan penggerusan yang dipergunakan adalah :
1.    Ball mill dengan media penggerus berupa bola-bola baja atau keramik.
2.    Rod mill dengan media penggerus berupa batang-batang baja.
3.    Semi autogenous mill (SAG) bila media penggerusnya sebagian adalah bahan galian atau bijihnya sendiri.

4.    Autogenous mill bila media penggerusnya adalah bahan galian atau bijihnya sendiri.

Rabu, 18 Maret 2015

PERALATAN, PERLENGKAPAN DAN CARA PELEDAKANNYA

PERALATAN PELEDAKAN 
Peralatan peledakan adalah perangkat pembantu peledakan yang nantinya dapat dipakai berulang kali. Peralatan peledakan dapat dikelompokan menjadi : 
1. Peralatan yang langsung berhubungan dengan teknik peledakan 
2.  Peralatan pendukung peledakan 
Peralatan yang berhubungan langsung dengan peledakan adalah ; Alat Pemicu ledak 
1. Pada peledakan listrik ( Blasting Machine) 
2. Pada peledakan nonel (shot gun / short fire) 
Alat Bantu ledak listrik 
1. Blasting Ohmmeter (BOM) 
2. Pengukur kebocoran arus listrik 
3. Multimeter peledakan 
4. Pengukur kekuatan blasting machine 
5. Pelacak kilat (lightning detector) 
Alat Bantu peledakan lain 
1. Kabel listrik utama (lead wire) atau sumbu nonel utama (lead in line) 
2. Cramper (penjepit sambungan sumbu api dengan detonator biasa ) 
3. Meteran (50 ml) dan tongkat bambu ( ± 7 m) diberi skala Alat pencampur dan pengisi 
Peralatan pendukung peledakan antara lain : 
a. Alat pendukung utama, berhubungan dengan aspek keselamatan dan keamanan kerja, serta lingkungan, misalnya alat mengangkut dan alat pengaman 
b. Alat pendukung tambahan terfokus pada penelitian peledakan yang tidak selalu dipakai pada peledakan rutin, misalnya alat pengukur kecepatan detonasi, pengukur getaran dan pengukur kebisingan 

PERLENGKAPAN PELEDAKAN 
Perlengkapan peledakan adalah bahan–bahan yang membantu peledakan yang habis dipakai yaitu : 
1. Detonator adalah alat pemicu awal yang menimbulkan inisiasi dalam bentuk letupan (ledakan kecil) sebagai bentuk aksi yang memberikan efek kejut terhadap bahan peledak peka detonator atau primer. Terdapat dua jenis muatan bahan peledak dalam detonator yang masing-masing fungsinya berbeda, yaitu: 
a.Isian utama (primary charge) berupa bahan peledak kuat yang peka (sensitive), fungsinya untuk menerima efek panas dengan sangat cepat dan meledak sehingga menimbulkan gelombang kejut. 
b. Isian dasar (base charge) disebut juga isian sekunder adalah bahan peledak kuat dengan VoD tinggi, fungsinya adalah menerima gelombang kejut dan meledak dengan kekuatan besarnya tergantung pada berat isian dasar tersebut. 
Kekuatan ledak (strength) detonator ditentukan oleh jumlah isian dasarnya. Jenis-jenis detonator : 
1.      Detonator biasa (plain detonator) 
2.      Detonator listrik (electric detonator) 
3.      Detonator nonel (nonel detonator) 
4.      Detonator elektronik (electronic detonator) 
2. Sumbu Peledakan Yang dimaksud dengan sumbu peledakan disini adalah sumbu api dan sumbu ledak. Sumbu api adalah sumbu yang disambung ke detonator biasa pada peledakan dengan menggunakan detonator biasa. Dapat dikatakan bahwa sumbu api merupakan pasangan detonator biasa, karena detonator biasa tidak dapat digunakan tanpa sumbu. Fungsi sumbu api adalah untuk merambatkan api dengan kecepatan tetap pada detonator biasa. Sedangkan sumbu ledak adalah sumbu yng pada bagian intinya terdapat bahan peledak PETN. Fungsi sumbu ledak adalah untuk merangkai suatu sistem peledakan tanpa menggunakan detonator didalam lubang ledak. Sumbu ledak mempunyai sifat tidak sensitive terhadap gesekan, benturan, arus liar, dan listrik statis. 

Selasa, 17 Maret 2015

ISTILAH-ISTILAH DALAM ILMU UKUR TAMBANG

ISTILAH-ISTILAH DALAM ILMU UKUR TAMBANG
a.  Backsight station adalah titik pengukuran yang berada dibelakang alat.
b.    Foresightstation adalah titik pengukuran yang berada didepan alat.
c.    Horizontal angle adalah sudut horisontal yang dibentuk oleh titik pengukuran terhadap suatu sumbu (garis) horisontal.
d.  Horizontal distance adalah jarak horisontal yang diukur dari titik pengukuran.
e. Height of instrument adalah instrumen berupa peralatan yang digunakan untuk pengukuran ketinggian permukaan bumi pada suatu pengukuran tambang, berupa theodolite, total station, rambu ukur, dan lain-lain.
f. instrument station adalah instrumen berupa perlengkapan yang digunakan untuk pengukuran yang dipasang pada setiap titik pengukuran pada suatu pengukuran tambang, berupa patok ataupun bench mark.
g.  Left dan right pada ilmu ukur tambang adalah bisa berupa sudut pandang ataupun jarak pada arah kiri dan kanan dari titik pengukuran.
h. Slope distance adalah pengukuran kemiringan jarak dari suatu titik pengukuran.
i. Vertical distance adalahjarak vertikal dari suatu titik pengukuran.

ISTILAH-ISTILAH PADA TAMBANG BAWAH TANAH

ISTILAH-ISTILAH TAMBANG BAWAH TANAH
1.   Adit (terowongan buntu) adalah suatu lubang bukaan mendatar atau hampir mendatar menghubungkan tambang bawah tanah dengan permukaan bumi dan Hnya menembus disebelah kaki bukit saja. Adit adalah salah satu bagian dari eksplorasi yang dimaksud untuk produksi data, sedangkan pengertian dari adit yaitu Lubang horizontal dimana salah satu ujungnya pepat, yang dikerjakan untuk kepentingan pencarian data dari daerah penyelidikan. Ada kesamaan antara terowongan dan adit. Namun bila adit untuk kegunaan langsung mencari data, sedangkan terowongan dibuat untuk kegunaan primer, seperti untuk saluran air, keperluan lalu lintas bawah tanah dan lain-lain. Maka pencarian data geologi melalui terowongan adalah sekunder.
2.   Cross cut adalah suatu lubang bukaan mendatar yang menyilang/ memotong jurus endapan bijih.
3.   Drift adalah suatu lubang bukaan mendatar yang dibuat dekat atau pada endapan bijih dan arahnya sejajar dengan jurus atau dimensi terpanjang dari endapan bijihnya.
4.   Level adalah drift atau cross cut atau adit yang dibuat dengan jarak-jarak yang teratur kea rah vertical biasanya diberi nomor-nomor urut secara teratur menurut ketinggiannya dari permukaan laut atau menurut kedalamannya dari permukaan bumi.
5.   Shaft adalah suatu lubang bukaan vertikal atau miring yang menghubungkan tambang bawah tanah dengan permukaan bumi dan berfungsi sebagai jalan pengangkutan karyawan, alat-alat kebutuhan tambang, ventilasi, penirisan dan lain-lain.
6.   Tunnel adalah suatu lubang bukaan mendatar atau hampir mendatar yang menembus kedua belah kaki bukit.
7.   Winze lubang bukaan vertikal atau agak miring yang dibuat dari level atas ke level yang di bawahnya.
8.    Foot wall adalah blok tubuh batuan yang terletak di bawah bidang sesar atau lapisan batuan  yang terletak di bagian  bawah suatu “vein” disebut ‘Floor” untuk endapan.
9.    Hanging wall adalah blok tubuh batuan yang terletak di atas bidang sesar atau lapisan batuan yang terletak di bagian atas suatu “Vein”, disebut “roof” untuk  endapan.
10.      Raise adalah suatu lubang bukaan vertikal atau agak miring yang dibuat dari level bawah ke level yang diatasnya.
11.      Stope adalah suatu tempat atau ruangan pada tambang bawah tanah dimana endapan bijih sedang di tambang tetapi bukan pengalian yang dilakukan selama development.
12.  “Blind shaft” adalah suatu “raise” atau “winze” yang berfungsi sebagai “shaft”, tetapi tidak menembus sampai ke permukaan bumi.
13.  “Front/face” adalah permukaan batuan yang sedang ditambang.
14.  “Sump’: adalah suatu sumuran dangkal untuk menampung air dari mana air kemudian dipompakan ke permukaan bumi. Biasanya dibuat di tempat terendah dari “Shaft”, dekat shaft ataupun “Level”

PENGGOLONGAN GAS BERACUN DAN GAS BERBAHAYA

PENGGOLONGAN GAS BERACUN DAN GAS BERBAHAYA
Terdapat beberapa macam gas pengotor dalam udara tambang bawah tanah yang bisa digolongkan menjadi gas beracun dan gas berbahaya. Gas-gas ini berasal baik dari proses-proses yang terjadi dalam tambang maupun berasal dari batuan ataupun bahan galiannya. Gas-gas yang bersifat gas beracun adalah gas yang bereaksi dengan darah dan dapat menyebabkan kematian. Sedangkan gas berbahaya adalah gas gas pengotor yang menyebabkan bahaya, baik terhadap kehidupan manusia maupun dapat menyebabkan peledakan.
Yang tergolong dalam gas beracun adalah:
a.    Karbondioksida (CO2)
Gas ini tidak berwarna dan tidak berbau dan tidak mendukung nyala api dan bukan merupakan gas racun. Gas ini lebih berat dari pada udara, karenanya selalu terdapat pada bagian bawah dari suatu jalan udara. Dalam udara normal kandungan CO2 adalah 0,03%. Dalam tambang bawah tanah sering terkumpul pada bagian bekas-bekas penambangan terutama yang tidak terkena aliran ventilasi, juga pada dasar sumur-sumur tua. Sumber dari CO2 berasal dari hasil pembakaran, hasil peledakan atau dari lapisan batuan dan dari hasil pernapasan manusia. Pada kandungan CO2 = 0,5% laju pernapasan manusia mulai meningkat, pada kandungan CO2 = 3% laju pernapasan menjadi dua kali lipat dari keadaan normal, dan pada kandungan CO2 = 5% laju pernapasan meningkat tiga kali lipat dan pada CO2 = 10% manusia hanya dapat bertahan beberapa menit. Kombinasi CO2 dan udara biasa disebut dengan blackdamp’
b.    Karbon Monoksida (CO)
Gas karbon monoksida merupakan gas yang tidak berwarna, tidak berbau dan tidak ada rasa, dapat terbakar dan sangat beracun. Gas ini banyak dihasilkan pada saat terjadi kebakaran pada tambang bawah tanah dan menyebabkan tingkat kematian yang tinggi. Gas ini mempunyai afinitas yang tinggi terhadap haemoglobin darah, sehingga sedikit saja kandungan gas CO  dalam udara akan segera bersenyawa dengan butir-butir  haemoglobin (COHb) yang akan meracuni tubuh lewat darah. Afinitas CO terhadap haemoglobin menurut penelitian (Forbes and Grove, 1954) mempunyai kekuatan 300 kali lebih besar dari pada oksigen dengan haemoglobin. Gas CO dihasilkan dari hasil pembakaran, operasi motor bakar, proses peledakan dan oksidasi lapisan batubara.
Karbon monoksida merupakan gas beracun yang sangat mematikan karena sifatnya yang kumulatif. Misalnya gas CO pada kandungan 0,04% dalam udara apabila terhirup selama satu jam baru memberikan sedikit perasaan tidak enak, namun dalam waktu 2 jam dapat menyebabkan rasa pusing  dan setelah 3 jam akan menyebabkan pingsan/ tidak sadarkan diri dan pada waktu lewat 5 jam dapat menyebabkan kematian. Kandungan CO sering juga dinyatakan dalam ppm (part per milion). Sumber CO yang sering menyebabkan kematian adalah gas buangan dari mobil dan kadang-kadang juga gas pemanas air. Gas CO mempunyai berat jenis 0,9672 sehingga selalu terapung dalam udara.
c.    Hidrogen Sulfida (H2S)
Gas ini sering disebut juga stinkdamp(gas busuk) karena baunya seperti bau telur busuk. Gas ini tidak berwarna, merupkan gas racun  dan dapat meledak, merupakan hasil dekomposisi dari senyawa belerang. Gas ini mempunyai berat jenis yang sedikit lebih berat dari udara. Merupakan gas yang sangat beracun dengan ambang batas (TLV-TWA) sebesar 10 ppm pada waktu selama 8 jam terdedah (exposed) dan untuk waktu singkat (TLV-STEL) adalah 15 ppm. Walaupun gas H2S mempunyai bau yang sangat jelas, namun kepekaan terhadap bau ini akan dapat rusak akibat reaksi gas H2S terhadap saraf penciuman. Pada kandungan H2S = 0,01 % untuk selama waktu 15 menit, maka kepekaan manusia akan bau ini sudah akan hilang.
d.    Sulfur Dioksida (SO2)
Sulfur dioksida merupakan gas yang tidak berwarna dan tidak bisa terbakar. Merupakan gas racun yag terjadi apabila ada senyawa belerang yang terbakar. Lebih berat dari pada udara, dan akan sangat membantu pada mata, hidung dan tenggorokan. Harga ambang batas ditetapkan pada keadaan gas = 2 ppm (TLV-TWA) atau pada waktu terdedah yang singkat (TLV-STEL) = 5 ppm.


e.    Nitrogen Oksida (NOX)
Gas nitrogen oksida sebenarnya merupakan gas yang ‘inert’, namun pada keadaan tekanan tertentu dapat teroksidasi dan dapat menghasilkan gas yang sangat beracun. Terbentuknya dalam tambang bawah tanah sebagai hasil peledakan dan gas buang dari motor bakar. NO2 merupakan gas yang lebih sering terdapat dalam tambang dan merupakan gas racun. Harga ambang batas ditetapkan  5 ppm, baik untuk waktu terdedah singkat maupun untuk waktu 8 jam kerja. Oksida nitrogen yang merupakan gas racun ini akan bersenyawa dengan kandungan air dalam udara membentuk asam nitrat, yang dapat merusak paru-paru apabila terhirup oleh manusia.
Yang tergolong dalam gas beracun yaitu:
a.    Metana (CH4)
Gas metana ini merupakan gas yang selalu berada dalam tambang batubara dan sering merupakan sumber dari suatu peledakan tambang. Campuran gas metana dengan udara disebut Firedamp. Apabila kandungan metana dalam udara tambang bawah tanah mencapai 1% maka seluruh hubungan mesin listrik harus dimatikan. Gas ini mempunyai berat jenis yang lebih kecil dari pada udara dan karenanya selalu berada pada bagian atas dari jalan  udara. Metana merupakan gas yang tidak beracun, tidak berwarna, tidak berbau dan tidak mempunyai rasa. Pada saat proses pembatubaraan terjadi maka gas metana terbentuk bersama-sama dengan gas karbondioksida. Gas metana ini akan tetap berada dalam lapisan batubara selama tidak ada perubahan tekanan padanya.
Terbebasnya gas metana dari suatu lapisan batubara dapat dinyatakan dalam suatu volume per satuan luas lapisan batubara, tetapi dapat juga dinyatakan dalam satuan volume per satuan waktu. Terhadap kandungan gas metana yang masih terperangkap dalam suatu lapisan batubara  dapat dilakukan penyedotan dari gas metana tersebut dengan pompa untuk dimanfaatkan. Proyek ini dikenal dengan nama seam methane drainage’.



b.    Hidrogen (H2)
Gas hidrogen sangat mudah terbakar dan akan terbakar pada konsentrasi serendah 4% H2 di udara bebas. pembakaran hidrogen adalah -286 kJ/mol[12]. Hidrogen terbakar menurut persamaan kimia: 2 H2(g) + O2(g) → 2 H2O(l) + 572  kJ (286 kJ/mol). Ketika dicampur dengan oksigen dalam berbagai perbandingan, hidrogen meledak seketika disulut dengan api dan akan meledak sendiri pada temperatur 560 °C. Lidah api hasil pembakaran hidrogen-oksigen murni memancarkan gelombang ultraviolet dan hampir tidak terlihat dengan mata telanjang. Oleh karena itu, sangatlah sulit mendeteksi terjadinya kebocoran hidrogen secara visual. Kasus meledaknya pesawat Hindenburg adalah salah satu contoh terkenal dari pembakaran hidrogen. Karakteristik lainnya dari api hidrogen adalah nyala api cenderung menghilang dengan cepat di udara, sehingga kerusakan akibat ledakan hidrogen lebih ringan dari ledakan hidrokarbon. Dalam kasus kecelakaan Hidenburg, dua pertiga dari penumpang pesawat selamat dan kebanyakan kasus meninggal disebabkan oleh terbakarnya bahan bakar diesel yang bocor. H2 bereaksi secara langsung dengan unsur-unsur oksidator lainnya. Ia bereaksi dengan spontan dan hebat pada suhu kamar dengan klorin dan fluorin, menghasilkan hidrogen halida berupa hidrogen klorida dan hidrogen fluorida.

Rabu, 18 Februari 2015

SISTEM INFORMASI DAN GEOGRAFIS

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
Adalah suatu alat yang berbasis komputer yang dipergunakan untuk memetakan dan menganalisis berbagai objek dan peristiwa yang terjadi di bumi. Suatu sistem informasi berbasis komputer, yang digunakan untuk memproses data spasial yang ber-georeferensi (berupa detail, fakta, kondisi, dsb) yang disimpan dalam suatu basis data dan berhubungan dengan persoalan serta keadaan dunia nyata (real world). Sistem informasi yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, memangggil kembali, mengolah, menganalisis dan menghasilkan data bereferensi geografis atau data geospatial, untuk mendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan dan pengelolaan penggunaan lahan, sumber daya alam, lingkungan transportasi, fasilitas kota, dan pelayanan umum lainnya.
MANFAAT GIS
  • Manfaat secara umum : Memberikan informasi yang mendekati kondisi dunia nyata, memprediksi suatu hasil dan perencanaan strategis.
  • Menjelaskan tentang lokasi atau letak. lokasi dapat dijelaskan dg memberi keterangan ttg nama, kode pos, letak latitude dan atribut lain tentang suatu daerah. SIG menyimpan informasi ini sbg data atribut dan digambarkan secara spasial.  ex: menjelaskan ttg lokasi / letak kota kediri
  • Menjelaskan kondisi ruan. Ruang yg dimaksud adalah tempat tertentu dg satu atau beberapa syarat tertentu. misal : dibutuhkan informasi untuk pemukiman yg ideal, sedangkan pemukiman yg ideal pasti memiliki syarat tertentu yg sesuai dg pemukiman tersebut Pada akhirnya dg SIG, dapat menjelaskan secara keseluruhan tentang kondisi suatu kawasan dalam kaitannya dengan tujuan tertentu.  ex: pemilihan lokasi untuk perum REAL ESTATE
  • Menjelaskan suatu kecenderungan(TREND). Analisa spasial dalam sig dapat dilakukan secara multi temporal dg menggunakan data multi waktu. Perkembangan antar waktu dari beberapa data tsb menjadi dasar analisa kemungkinan yg akan terjadi pada masa depan. Analisis ini akan memberi penjelasan tentang sesuatu yg mungkin akan terjadi dimasa mendatang dg penggambaran lokasi dimana fenomena tersebut akan terjadi. Ex: lokasi dekat gunung kelud
  • Menjelaskan tentang pola spasial(Spatial Patern). Dengan mengetahui pola – pola suatu fenomena secara spasial, dapat dicari korelasinya dg fenomena lain seperti bentuk penyebaran penyakit, pola pengembangan wilayah, pembangunan sarana dan prasarana, sistem keamanan dll. Ex: pemukiman dekat rawa, membuat pola penyebaran dbd
  • Pemodelan. Pemodelan mengaitkan berbagai informasi tentang letak, kondisi lokasi, pola, dan kecenderungannya yang akan terjadi dimasa yg akan datang secara bersama – sama atau sebagian. Dalam sebuah pemodelan dibentuk sebuah formulasi yg memungkinkan dilakukan manipulasi data input. Hasil keluaran dari pemodelan merupakan gambaran fenomena yg akan terjadi. Ex: kota surabaya mudah terjangkit panu. Maka kota2 lain yg setipe,fenomena yg akan dtg dimungkinkan sama.
JENIS GIS
  • Sistem manual (analog)
  • Sistem otomatis (yang berbasis digital komputer)
        perbedaan yang paling mendasar terletak pada cara pengelolaannya.
  • Sistem informasi manual biasanya menggabungkan beberapa data seperti peta, lembar transparansi untuk tumpang susun (overlay), foto udara, laporan statistik dan laporan survey lapangan. Kesemua data tersebut dikompilasi dan dianalisis secara manual dengan alat tanpa komputer
  • Sistem informasi geografis otomatis telah menggunakan komputer sebagai sistem pengolah data melalui proses digitasi. Sumber data digital dapat berupa citra satelit atau foto udara digital serta foto udara yang terdigitasi. Data lain dapat berupa peta dasar terdigitasi
KOMPONEN SIG
  • Hardware (Perangkat keras).
  • Software (Perangkat lunak).
  • Data.
  • Sumber daya manusia.
  • Metode.
KETERANGAN KOMPONEN GIS
  • Hardware.
SIG membutuhkan hardware atau perangkat komputer yang memiliki spesifikasi lebih tinggi dibandingkan dengan sistem informasi lainnya untuk menjalankan software-software SIG, seperti kapasitas Memory (RAM), Hard-disk, Prosesor serta VGA Card.
Hal tersebut disebabkan karena data-data yang digunakan dalam SIG baik data vektor maupun data raster penyimpanannya membutuhkan ruang yang besar dan dalam proses analisanya membutuhkan memory yang besar dan prosesor yang cepat .
  • Software.
Sebuah software SIG haruslah menyediakan fungsi dan tool yang mampu melakukan penyimpanan data, analisis dan menampilkan informasi geografis. Dengan demikian elemen yang harus terdapat dalam komponen software SIG adalah:
  • Tools untuk melakukan input dan transformasi data geografis.
  • Sistem manajemen basis data.
  • Tool yang mendukung query geografis, analisis dan visualisasi.
  • Graphical User Interface (GUI) untuk memudahkan akses pada tool  geografi.
  • Data.
Hal yang merupakan komponen penting dalam SIG adalah data. Secara fundamental SIG bekerja dengan dua tipe model data geografis yaitu model data vektor dan model data raster.
Dalam SIG, setiap data Geografis memiliki data tabular yang berisi informasi spasial . Data tabular tersebut dapat direlasikan oleh SIG dengan sumber data lain seperti basis data yang berada diluar tools SIG.
  • JENIS DATA
  • Data Spasial : terdiri dari data vektor dan data raster.
Pengertian :suatu data yang mengacu pada posisi, obyek, dan hubungan diantaranya dalam ruang bumi.
  • Data vektor.
Informasi posisi point, garis dan polygon disimpan dalam bentuk x,y koordinat. Suatu lokasi point dideskripsikan melalui sepasang koordinat x,y. Bentuk garis , seperti jalan dan sungai dideskripsikan sebagai kumpulan dari koordinat-koordinat point. Bentuk poligon, seperti zona project disimpan sebagai pengulangan koordinat yang tertutup.
  • Data raster.
Model data ini erdiri dari sekumpulan grid/sel seperti peta hasil scanning maupun gambar/image. Masing-masing grid/sel atau pixel memiliki nilai tertentu yang bergantung pada bagaimana image tersebut digambarkan. Sebagai contoh, pada sebuah image hasil penginderaan jarak jauh dari sebuah satelit, masing – masing pixel direpresentasikan sebagai panjang gelombang cahaya yang dipantulkan dari posisi permukaan bumi dan diterima oleh satellit dalam satuan luas tertentu yang disebut pixel.
Pada image hasil scanning, masing – masing pixel merepresentasikan keterangan nilai yang berasosiasi dengan point-point tertentu pada image hasil scanning tersebut
  • Manusia (SDM). 
Teknologi SIG tidaklah menjadi bermanfaat tanpa manusia yang mengelola sistem dan membangun perencanaan yang dapat diaplikasikan sesuai kondisi dunia nyata. Sama seperti pada Sistem Informasi lain pemakai SIG pun memiliki tingkatan tertentu , dari tingkat spesialis teknis yang mendesain dan memelihara sistem sampai pada pengguna yang menggunakan SIG untuk menolong pekerjaan mereka sehari-hari
  • METODE.
SIG yang baik memiliki keserasian antara rencana desain yang baik dan aturan dunia nyata, dimana metode, model dan implementasi akan berbeda-beda untuk setiap permasalahan.
Metode analisis pada GIS pada prinsipnya mendasarkan pada dua hal : Data atribut (ex : jarak dan luas) dan data spasial.
SUBSISTEM UTAMA GIS
  1. Sub-sistem Masukan,
Perangkat untuk menyediakan data sampai siap dimanfaatkan oleh pengguna; yang berupa peralatan pemetaan terestris, fotogrametri, digitasi, scanner, dsb. Pada umumnya output dari perangkat tersebut berupa peta, citra dan tayangan gambar lainnya.
a. Data spasial (keruangan),
yaitu data yang menunjukkan ruang, lokasi atau tempat di permukaan bumi. Data spasial berasal dari peta analog, foto udara dan penginderaan jauh dalam bentuk cetak kertas.
b. Data atribut (deskriptis),
yaitu data yang terdapat pada ruang atau tempat. Atribut menjelaskan suatu informasi. Data atribut diperoleh dari statistik, sensus, catatan lapangan dan tabular (data yang disimpan dalam bentuk tabel) lainnya. Data atribut dapat dilihat dari segi kualitas, misalnya kekuatan pohon. Dan dapat dilihat dari segi kuantitas, misalnya jumlah pohon.
2.  Sub-sistem Database, Digitasi peta dasar pada berbagai wilayah/daerah cakupan dengan berbagai skala telah dan terus dilakukan dalam rangka membangun sistem database spasial yang mudah diperbaharui dan digunakan dengan data literal sebagai komponen utamanya.
3.   Sub-sistem Penyajian Informasi,
Dilakukan dengan berbagai media agar mudah dimanfaatkan oleh pengguna.
4.  Sub-sistem Pengolahan Data,
Pengolahan data baik yang berupa vektor maupun raster dapat dilakukan dengan berbagai software seperti AUTOCAD, ARC/INFO, ERDAS, MAPINFO, ILWIS. Untuk metode vektor biasanya disebut digitasi sedangkan raster dikenal dengan metode overlay. Salah satu karakteristik software GIS adalah adanya sistem Layer (pelapisan) dalam menggabungkan beberapa unsur informasi (penduduk, tempat tinggal, jalan, persil tanah, dll). Seperti: Layer, Coverage (ArcInfo produk ESRI), Theme (ArcView produk ESRI), Layer (AutoCAD Map produk Autodesk), Table (MapInfo produk MapInfo Corp.), dan lain-lainya.
Pengetahuan Peta
Adapun persyaratan-persyaratan geometrik yang harus dipenuhi oleh suatu peta sehingga menjadi peta yang ideal adalah:
1.  Jarak antara titik-titik yang terletak di atas peta harus sesuai dengan jarak aslinya di permukaan bumi (dengan memperhatikan faktor skala tertentu).
2.  Luas suatu unsur yang direpresentasikan di atas peta harus sesuai dengan luas sebenarnya (juga dengan mempertimbangkan skalanya).
3.  Sudut atau arah suatu garis yang direpresentasikan di atas peta harus sesuai dengan arah yang sebenarnya (seperti di permukaan bumi).
4.  Bentuk suatu unsur yang direpresentasikan di atas peta harus sesuai dengan bentuk yang sebenarnya (juga dengan mempertimbangkan faktor skalanya).
Contoh Aplikasi GIS
  • Bidang Telekomunikasi, digunakan untuk manajemen inventarisasi jaringan telekomunikasi, perencanaan jaringan tahun berikutnya, seperti halnya penentuan letak sentral, RK, DP yang optimal dan seterusnya sampai ke pelanggan, dll.
  • Bidang Sumberdaya Alam, mencakup inventarisasi, manajemen, dan kesesuaian lahan untuk pertanian, perkebunan, perikanan, kehutanan, perencanaan tata guna lahan, analisa daerah rawan bencana alam, dsb.
  • Bidang Lingkungan, mencakup perencanaan sungai, danau, laut, evaluasi pengendapan lumpur/sedimen, pemodelan pencemaran udara, limbah berbahaya dsb.
  • Bidang Ekonomi, Bisnis, marketing, mencakup penentuan lokasi bisnis yang prospektif untuk bank, pasar swalayan, mesin ATM dsb.
  • Bidang Trasportasi dan Perhubungan, mencakup inventarisasi jaringan transportasi, analisa kesesuain dan penentuan rute-rute alternatif transportasi, manajemen pemeliharaan dan perencanaan perluasan jalan,dsb.
  • Bidang Kesehatan, mencakup penyediaan data atribut dan spasial yang menggambarkan distribusi penderita suatu penyakit,pola penyebaran penyakit, distribusi unit kesehatan, dsb.
Perbandingan Peta dg GIS

PETA
GIS
- Statis
- Statis dan dinamis
-Proses updating mahal
- Proses updating mudah
- Kompleks
- Fleksibel
- Diskrit (lembar per lembar)
- Kontinyu dan yg perlu saja
- Tidak Memungkinkan analisa dan
- Sangat mungkin untuk analisa dan
   modeling secara langsung
   modeling secara langsung
- Menurunkan (generate) data perlu
- Menurunkan (generate) data tidak
   interpretasi
   perlu interpretasi
Mengapa GIS ????
Alasan GIS dibutuhkan adalah karena untuk data spatial penanganannya sangat sulit terutama karena peta dan data statistik cepat kadaluarsa sehingga tidak ada pelayanan penyediaan data dan informasi yang diberikan menjadi tidak akurat.
Berikut adalah dua keistimewaan analisa melalui GIS :
  • Analisa proximity
  • Analisa Proximity merupakan suatu analisa geografis yang berbasis pada jarak antar layer.
  • Dalam analisis proximity GIS menggunakan proses yang disebut dengan buffering (membangun lapisan pendukung sekitar layer dalam jarak tertentu) untuk menentukan dekatnya hubungan antara sifat bagian yang ada.
  • Analisis buffer mendasarkan pencarian lokasi  pada data spasial dan atribut jarak
  • Metode buffer sering digunakan sbg alat analisis seperti : kasus pelebaran jalan, pembuatan jaringan pipa, pembebasan tanah,dll
  • Buffer memberikan hasil berupa informasi spasial daerah yg memenuhi kriteria serta luasan dan jarak daerah tsb.
  • Analisa overlay
  • Proses integrasi data dari lapisan-lapisan layer yang berbeda disebut dengan overlay.
  • Secara analisa membutuhkan lebih dari satu layer yang akan ditumpang susun secara fisik agar bisa dianalisa secara visual.
  • Sebagai contoh overlay atau spasial join yaitu integrasi antara data tanah, lereng dan vegetasi, atau kepemilikan lahan dengan nilai taksiran pajak bumi.
Tambahan
  • Analisa grafis. Memudahkan pembaca peta menganalisis sebuah fenomena.
  • Grafik dapat ditampilkan secara bersama – sama dengan peta baik dalam bentuk grafik atau pun dimodifikasi menjadi sebuah peta tematik.
Dengan demikian, GIS diharapkan mampu memberikan kemudahan-kemudahan yang diinginkan yaitu:
1.    Penanganan data geospasial menjadi lebih baik dalam format baku.
2.    Revisi dan pemutakhiran data menjadi lebih muda.
3.  Data geospasial dan informasi menjadi lebih mudah dicari, dianalisa dan  direpresentasikan.
4.    Menjadi produk yang mempunyai nila tambah.
5.    Kemampuan menukar data geospasial.
6.    Penghematan waktu dan biaya.
7.    Keputusan yang diambil menjadi lebih baik.
Sumber Informasi Geografi
1. Gejala-gejala litosfer
Gejala-gejala ini meliputi relief dan topografi, jenis tanah dan batuan, serta sistem pelapisan batuan. Contoh informasi geografi yang berasal dari gejala litosfer lihat gambar di bawah ini.
2. Gejala-gejala hidrosfer.
Gejala-gejala ini meliputi peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan kawasan perairan, baik perairan darat maupun perairan laut, yang menyangkut bentuknya, sifatnya serta fenomena lain tentang perairan.
3. Gejala-gejala atmosfer.
Gejala ini berkaitan dengan informasi tentang cuaca dan iklim, termasuk unsur-unsurnya dan faktor yang mempengaruhinya.
4. Gejala-gejala biosfer.
Gejala biosfer berkaitan dengan tumbuhan, hewan dan manusia, yang sangat dipengaruhi oleh unsur litosfer, hidrosfer dan atmosfer. Contoh informasi geografi yang berasal dari gejala biosfer adalah persebaran sumber daya alam hayati (hidup) Indonesia
5. Gejala-gejala sosial budaya.
Gejala ini berkaitan dengan kehidupan masyarakat antara lain kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat. Contoh gejala sosial budaya yang merupakan sumber informasi geografi, yaitu persebaran obyek wisata kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Karakteristik SIG
  • Merupakan suatu sistem hasil pengembangan perangkat keras dan perangkat lunak untuk tujuan pemetaan, sehingga fakta wilayah dapat disajikan dalam satu sistem berbasis komputer.
  • Melibatkan ahli geografi, informatika dan komputer, serta aplikasi terkait.
  • Masalah dalam pengembangan meliputi: cakupan, kualitas dan standar data, struktur, model dan visualisasi data, koordinasi kelembagaan dan etika, pendidikan, expert system dan decision support system serta penerapannya
  • Perbedaannya dengan Sistem Informasi lainnya: data dikaitkan dengan letak geografis, dan terdiri dari data tekstual maupun grafik
  • Bukan hanya sekedar merupakan pengubahan peta konvensional (tradisional) ke bentuk peta dijital untuk kemudian disajikan (dicetak / diperbanyak) kembali
  • Mampu mengumpulkan, menyimpan, mentransformasikan, menampilkan, memanipulasi, memadukan dan menganalisis data spasial dari fenomena geografis suatu wilayah.
  • Mampu menyimpan data dasar yang dibutuhkan untuk penyelesaian suatu masalah. Contoh : penyelesaian masalah perubahan iklim memerlukan informasi dasar seperti curah hujan, suhu, angin, kondisi awan. Data dasar biasanya dikumpulkan secara berkala dalam jangka yang cukup panjang.
Keuntungan SIG dengan menggunakan Komputer
Selain diperoleh informasi secara cepat, tepat dan akurat, keuntungan SIG dengan menggunakan komputer adalah:
1. Mudah dalam mengolah.
2. Pengumpulan data dan penyimpanannya hemat tempat dan ringkas (berupa  disket).
3.  Mudah diulang kalau sewaktu-waktu diperlukan.
4. Mudah diubah kalau sewaktu-waktu ada perubahan.
5. Mudah dibawa, dikirim dan ditransformasikan(dipindahkan).
6. Aman, karena dapat dikunci dengan kode atau manual.
7. Relatif lebih murah dibandingkan dengan survey lapangan.
8.  Data yang sulit ditampilkan secara manual, dapat diperbesar bahkan dapat
ditampilkan dengan gambar tiga dimensi.
9.  Berdasarkan data SIG dapat dilakukan pengambilan keputusan dengan tepat   dan cepat.
5 cara memperoleh data geografi
Survei lapangan.
Pengukuran fisik (land marks), pengambilan sampel (polusi air), pengumpulan data non-fisik (data sosial, politik, ekonomi dan budaya).
Sensus.
Dengan pendekatan kuesioner, wawancara dan pengamatan; pengumpulan data secara nasional dan periodik (sensus jumlah penduduk, sensus kepemilikan tanah).
Statistik.
Merupakan metode pengumpulan data periodik/per-interval-waktu pada stasiun pengamatan dan analisis data geografi tersebut, contoh: data curah hujan.
Tracking.
Merupakan cara pengumpulan data dalam periode tertentu untuk tujuan pemantauan atau pengamatan perubahan, contoh: kebakaran hutan, gunung meletus, debit air sungai.
Penginderaan jarak jauh (inderaja).
Merupakan ilmu dan seni untuk mendapatkan informasi suatu obyek, wilayah atau fenomena melalui  analisis data yang diperoleh dari sensor pengamat tanpa harus kontak langsung dengan obyek, wilayah atau fenomena yang diamati (lillesand & kiefer, 1994).
Fasilitas Standar GIS
  • Legenda
Legenda (legend) adalah keterangan tentang obyek-obyek yang ada di peta, seperti warna hijau adalah hutan, garis merah adalah jalan, simbol buku adalah universitas, dan sebagianya.
  • Skala
Skala adalah keterangan perbandingan ukuran di layar dengan ukuran sebenarnya.
  • zoom in / out
Peta di layar dapat diperbesar dengan zoom in dan diperkecil dengan zoom out.
  • Pan
Dengan fasilitas pan peta dapat digeser-geser untuk melihat daerah yang dikehendaki.
  • Searching
Fasilitas ini digunakan untuk mencari dimana letak suatu feature. Bisa dilakukan dengan meng-inputkan nama atau keterangan dari feature tersebut.

  • Pengukuran
Fasilitas ini dapat mengukur jarak antar titik, jarak rute, atau luas suatu wilayah secara interaktif
  • Informasi
Setiap feature dilengkapi dengan informasi yang dapat dilihat jika feature tersebut diKlik. Misal pada suatu SIG jaringan jalan, jika diklik pada suatu ruas jalan akan memunculkan data nama jalan tersebut, tipe jalan, desa-desa yang menjadi ujung jalan, dan jalan-jalan lain yang berhubungan dengan jalan itu.
  • Link
Selain informasi dari database, SIG memungkinkan pula meghubungkan data feature pada peta dengan data dalam bentuk lain seperti gambar, video, ataupun web. Pada gambar 5 adalah contoh link dari peta tentang probolingo yang jika di klik di bagian gunung Bromo akan memunculkan video, gambar-gambar, dan web tentang gunung Bromo.
Syarat pengorganisasian data:
Volume kecil dengan klasifikasi data yang baik; Penyajian yang akurat; Mudah dan cepat dalam pencarian kembali (data retrieval) dan penggabungan (proses komposit).