Minggu, 12 April 2015

THEODOLIT DAN WATERPASS

1.1. Theodolite
Theodolit adalah salah satu alat ukur tanah yang digunakan untuk menentukan tinggi tanah dengan sudut mendatar dan sudut tegak. Pada dasarnya alat ini berupa sebuah teleskop yang ditempatkan pada suatu dasar berbentuk membulat (piringan) yang dapat diputar-putar mengelilingi sumbu vertikal, sehingga memungkinkan sudut horisontal untuk dibaca. Teleskop tersebut juga dipasang pada piringan kedua dan dapat diputarputar mengelilingi sumbu horisontal, sehingga memungkinkan sudut vertikal untuk dibaca.
Theodolite merupakan alat yang paling canggih di antara peralatan yang digunakan dalam survei. Pada dasarnya alat ini berupa sebuah teleskop yang ditempatkan pada suatu dasar berbentuk membulat (piringan) yang dapat diputar-putar mengelilingi sumbu vertikal, sehingga memungkinkan sudut horisontal untuk dibaca. Teleskoptersebut juga dipasang pada piringan kedua dan dapat diputarputar mengelilingi sumbuhorisontal, sehingga memungkinkan sudut vertikal untuk dibaca. Kedua sudut tersebutdapat dibaca dengan tingkat ketelitian sangat tinggi (Farrington 1997).
A. Bagian-bagian theodolite
Secara umum, konstruksi theodolit terbagi atas dua bagian :
1. Bagian atas, terdiri dari :
a.    Teropong / Teleskope
b.    Nivo tabung
c.    Sekrup Okuler dan Objektif
d.   Sekrup Gerak Vertikal
e.    Sekrup gerak horizontal
f.     Teropong bacaan sudut vertical dan horizontal
g.    Nivo kotak
h.    Sekrup pengunci teropong
i.      Sekrup pengunci sudut vertical
j.      Sekrup pengatur menit dan detik
k.    Sekrup pengatur sudut horizontal dan vertikal
2. Bagian Bawah terdiri dari : Statif / Trifoot
a.    Tiga sekrup penyetel nivo kotak
b.    Unting – unting
c.    Sekrup repetisi
d.   Sekrup pengunci pesawat dengan statif
B. Tata Cara Pengukuran Detil Tachymetri Menggunakan Theodolit Berkompas
Pengukuran detil cara tachymetri dimulai dengan penyiapan alat ukur (Theodolite) titik ikat dan penempatan rambu dititik bidik. Setelah alat siap untuk pengukuran, dimulai dengan perekaman data di tempat alat berdiri, pembidikan ke rambu ukur, pengamatan azimuth dan pencatatan data di rambu BT, BA,BB serta sudut miring m. Tempatkan alat ukur theodolite di atas titik kerangka dasar atau titik kerangka penolong danatur sehingga alat siap untuk pengukuran, ukur dan catat tinggi alat di atas titik ini. Dirikan rambu di atas titik bidik dan tegakkan rambu dengan bantuan nivo kotak. Arahkan teropong ke rambu ukur sehingga bayangan tegak garis diafragma berimpit dengan garis tengah rambu. Kemudian kencangkan kunci gerakan mendatar teropong. Kendorkan kunci jarum magnet sehingga jarum bergerak bebas. Setelah jarum setimbang tidak bergerak, baca dan catat azimuth magnetis dari tempat alat ke titik bidik. Kencangkan kunci gerakan tegak teropong, kemudian baca bacaan benag tengah, atas dan bawah serta cata dalam buku ukur. Bila memungkinkan, atur bacaan benang tengah pada rambu di titik bidik setinggi alat, sehingga beda tinggi yang diperoleh sudah merupakan beda tinggi antara titik kerangka tempat berdiri alat dan titik detil yang dibidik.
C. Macam atau jenis theodolite
Theodolit memeliki berbagai macam bentuk. Berikut ini adalah Macam-macam Theodolit berdasarkan fungis dan kontruksinya:
1. Theodolit Reiterasi ( Theodolit sumbu tunggal )
Dalam theodolit ini, lingkaran skala mendatar menjadi satu dengan kiap, sehingga bacaan skala mendatarnya tidak bisa di atur. Theodolit yang di maksud adalah theodolit type T0 (wild) dan type DKM-2A (Kem)
2. Theodolite Repitisi
Konsruksinya kebalikan dari theodolit reiterasi, yaitu bahwa lingkaran mendatarnya dapat diatur dan dapat mengelilingi sumbu tegak.Akibatnya dari konstuksi ini, maka bacaan lingkaran skala mendatar 0ยบ, dapat ditentukan kearah bidikan / target yang dikehendaki. Theodolit yang termasuk ke dalam jenis ini adalah theodolit type TM 6 dan TL 60-DP (Sokkisha ), TL 6-DE (Topcon), Th-51 (Zeiss) Oerlee Coolz | Theodolit Oerleebook.wordpress.com | Pengertian, Syarat2, macam2, dan jenis theodolit
3. Theodolite Modern
Theodolites di hari ini, membaca dari kalangan vertikal dan horisontal biasanya dilakukan secara elektronik. Readout yang dilakukan oleh rotary encoder, yang dapat absolut, misalnya Gray menggunakan kode, atau meningkat, dengan terang dan gelap sama jauh radial band.

4. Theodolite digital
Jenis teodolit yang dimana cara pembacaan sudut horizontal dan vertikalnya hanya dibaca dengan otomatis di layar,dan cara penyentringan alatnya pun berbeda dimana teodolit digital hanya dengan cara sentering laser. Contoh theodolite digital: Nikon, Topcon N233,N200,N102.
5. Theodolite manual
Jenis teodolit yang dimana pembacaan sudut horizontal dan sudut vertikal hanya hanya bisa dibaca dengan manual dengan melihat ke Mikroskop pembacaanhorizontal dan vertikal,tetapi teodolit manual mempunyai akurasi yang sangat kecil Contoh teodolit Manual: Fannel Kessel T0,T1,T11.
1.2. Waterpass
Waterpass adalah alat yang digunakan untuk mengukur atau menentukan sebuah benda atau garis dalam posisi rata baik pengukuran secara vertikal maupun horizontal. Ada banyak jenis alat waterpass yang digunakan dalam pertukangan, tapi jenis yang paling sering dipergunakan adalah waterpass panjang 120 cm yang terbuat dari bahan kayu dengan tepi kuningan, dimana alat ini terdapat dua buah alat pengecek kedataran baik untuk vertikal maupun horizontal yang terbuat dari kaca dimana didalamnya terdapat gelembung cairan, dan pada posisi pinggir alat terdapat garisan pembagi yang dapat dipergunakan sebagai alat ukur panjang.
Saat ini waterpass banyak dijumpai dalam berbagai ukuran dan bahan. Ukuran yang umum dapat dijumpai adalah waterpass dengan panjang 0,5 m, 1 m, 2m, dan 3 m. Umumnya berbentuk persegi panjang dengan lebar 5-8 cm dan tebal 3 cm. Kedua sisi mempunyai permukaan rata sebagai bidang yang ditempatkan ke permukaan yang akan diperiksa kedatran atau ketegakannya. Ditengah bagian adalah terdapat berbentuk lobang dan ditengahnya sebagai penempatan kaca gelembung sebagai alat pemeriksaan kedataran, dan pada salah satu ujung terdapat lobang dan ditengahnya sebagai penempatan kaca gelembung sebagai alat pemeriksaan ketegakan vertikal.Bahan waterpass yang umum terdapat adalah dari bahan kayu dan aluminium. Umumnya orang lebih mengyukai waterpass yang terbuat dari bahan aluminium karena lebih tahan lama dan lebih ringan untuk digunakan.
Pemakaian waterpass dilakukan dengan sederhana, yaitu menempatkan permukaan alat ke bidang permukaan yang di cek. Untuk mengecek kedataran maka dapat diperhatikan gelembung cairan pada alat pengukur yang ada bagian tengah alat waterpass. Sedangkan untuk mencek ketegakan maka dapat dilihat gelembung pada bagian ujung waterpass. Untuk memastikan apakah bidang benar rata maka gelembung harus benar benar berada ditengah alat yang ada.

DESKRIPSI DAN GENESA BATUAN BEKU

DESKRIPSI DAN GENESA BATUAN
DESKRIPSI BATUAN BEKU                          
1.   Nomor Batuan                        :  B.6
2.   Warna Batuan                        
      a. Warna segar                         :  Hitam Mengkilat
      b. Warna lapuk                        :  Hitam
3.   Struktur Batuan                       :  Masif
4.   Tekstur                                   
      a.Derajat Kristalisasi               :  Holohialin
   b.Granularitas                          :  -
   c.Bentuk Kristal                      :  -
      d.Relasi                                   :  -
 5.    Komposisi Mineral                  :  Gelas Silika
6.   Jenis Batuan                            :  Batuan BekuAsam
7.   Nama Batuan                          :  Batu Obsidian
8.   Keterangan :1.  GelasSilika

GENESA BATUAN




Gambar2.27.
Obsidian

GENESA DAN KEGUNAAN
Obsidian merupakan salah satu contoh batuan beku yang terbentuk langsung dari hasil pembekuan magma letusan gunung api. Magma yang membentuk batuan mengalami proses pendinginan yang sangat cepat sehingga tidak terbentuk kristal atau bisa disebut gelasan. Obsidian ini biasanya ditemukan dalam pinggiran dari aliran lava mineral felsik, dimana batuan tersebut dapat membeku dengan cepat.
Kegunaan utama dari obsidian pada umumnya digunakan sebagai batuan untuk dekorasi, karena obsidian mempunyai warna indah dan keras, di samping itu mudah dibentuk. Pada zaman prasejarah, manusia purba memanfaatkan obsidian untuk senjata / kapak atau titikan penimbul api. Karena sifatnya yang keras dan sangat resisten, obsidian dapat dimanfaatkan sebagai fondasi bangunan. Selain itu, perlit hasil rekayasa dari obsidian dapat digunakan untuk bahan beton ringan, dinding peredam, isolasi panas, bahan penggosok, saringan ataufilter, bahan pembawa (media), dan campuran makanan ternak.





DESKRIPSI DAN GENESA BATUAN
DESKRIPSI BATUAN BEKU                  
1.   Nomor Batuan                        :  B.9        
2.   Warna Batuan                        
      a. Warnasegar                          :  PutihKeabu-abuan
      b. Warna lapuk                        :  Coklat Keabu-abuan
 3.  Struktur Batuan                       :  Masif
4.   Tekstur                                   
      a.Derajat Kristalisasi               :  Hipokristalin
   b.Granularitas                          :  Faneroporfiritik
   c.Bentuk Kristal                      :  Euhedral - Anhedral
      d.Relasi                                   :  Inequigranular
 5.    Komposisi Mineral                  :  Plagioklas 25%, Biotit 10%, Hornblende 20%, Kuarsa 30%, Piroksin10%, Mineral lain 5 %
6.   Jenis Batuan                            :  Batuan Beku Intermediet
7.   Nama Batuan                          :  Batu Diorit Porfir
8.   Keterangan : 1.     Plagioklas        4. Kuarsa
                               2.      Biotit               5. Mineral lain
                               3.      Hornblende     6. Piroksin

GENESA BATUAN





Gambar 2.30.
Diorit Porfir

GENESA  DAN KEGUNAAN
Batuan ini merupakan batuan hasil terobosan batuan beku (intrusi) yang membentuk morfologi pembuktian berelief kasar dengan elevasi dari beberapa ratus meter hingga mencapai lebih dari 1000 meter di atas permukaan laut. Diorit porfir ini proses pembekuannya berlangsung relatif lambat, namun sebagian mineral membeku pada saat mendekati permukaan dan membeku relatif cepat, sehingga granularitas yang terbentuk adalah porfiritik dan derajat kristalisasi yang terjadi adalah hipokristalin.
Batuan beku ini memiliki kegunaan sebagai bahan pengeras jalanan. Serta dapat juga digunakan sebagai bahan pondasi bangunan.










DESKRIPSI DAN GENESA BATUAN
DESKRIPSI BATUAN BEKU                  
1.   Nomor Batuan                        :  B.7
2.   Warna Batuan                        
      a. Warna segar                         :  Coklat Keabu-abuan
      b. Warna lapuk                        :  Coklat
3.   Struktur Batuan                       :  Masif
4.   Tekstur                                   
      a.Derajat Kristalisasi               :  Holokristalin
   b.Granularitas                          :Afanitik
   c.Bentuk Kristal                      :  Euhedral -Subhedral
      d.Relasi                                   :  Equigranular
 5.    Komposisi Mineral                  :  Kuarsa 40%, Piroksin 25%, Hornblende 15%, Biotit 15%, Mineral Lain 5%
6.   Jenis Batuan                            :  Batuan Beku Intermediet
7.   Nama Batuan                          :  Batu Andesit
8.  Keterangan : 1.     Kuarsa             4. Biotit
                           2.      Piroksin          5. Mineral Lain 
                           3.      Hornblende

 GENESA BATUAN




Gambar 2.28.
Andesit

GENESA DAN KEGUNAAN
            Andesit banyak terdapat sebagai lava dan terjadi sebagai intrusi sekunder sebagai dike. Gunung api di Jawa pada umumnya bersifat andesit. Secara genetik andesit termasuk batuan vulkanik, sehingga pada saat terjadi penurunan suhu yang sangat cepat, maka terbentuk kristal yang sebagian ( hipokristalin ). Granularitas dari andesit biasanya fanerik ( halus ) di dalam bentuk yang euhedral –  subhedral.
Kegunaan pada andesit apabila digosok dengan baik dapat menghasilkan amdetis, avanturin serta mata kucing yang diperjualbelikan sebagai batuan setengah mulia yang memiliki nilai ekonomis. Andesit juga digunakan sebagai bahan baku pembuatan gelas, kaca serta beberapa batu perhiasan.




DESKRIPSI DAN GENESA BATUAN
DESKRIPSI BATUAN BEKU                  
1.   Nomor Batuan                        :  B.8        
2.   Warna Batuan                        
      a. Warnasegar                          :  Abu - Abu
      b. Warna lapuk                        :  Cokelat Kekuningan
 3.  Struktur Batuan                       :  Masif
4.   Tekstur                                   
      a.Derajat Kristalisasi               :  Holokristalin
   b.Granularitas                          :  Fanerik
   c.Bentuk Kristal                      :  Subhedral
      d.Relasi                                   :  Equigranular
 5.    Komposisi Mineral                  :  Plagioklas 30%, Kuarsa 40%, Hornblende 15%, Biotit 15%
6.   Jenis Batuan                            :  Batuan Beku Basa
7.   Nama Batuan                          :  Batu Gabro
8.   Keterangan :1.      Plagioklas        4. Hornblende
                          2.      Kuarsa              3.      Biotit


GENESA BATUAN



Gambar 2.29.
Gabro

GENESA DAN KEGUNAAN
Kelompok batuan dalam yang sering disebut Gabro yang memiliki warna hitam kehijauan dengan sifat batuannya tergolong basa strukturnya masif atau pejal, derajat kristalisasi yang dimiliki oleh gabro yaitu holokristalin dimana mineral penyusun dari gabro yaitu mayoritas adalah semuanya mineral kristalin, tekstur faneritik, susunan mineralnya seragam kasar. Gabro terbentuk sebagai tubuh intrusi dan merupakan batuan yang umum terdapat dimana-mana, berwarna gelap karena sebagian besar mineral penyusunnya adalah piroksin dan olivine. 
Kegunaan gabro sebagai bahan baku industry poles, tegel, ornamen, bahan bangunan/pondasi bangunan (gedung,  jalan, jembatan).





DESKRIPSI DAN GENESA BATUAN
DESKRIPSI BATUAN BEKU                  
1.   Nomor Batuan                        :  B.10      
2.   Warna Batuan                        
      a. Warnasegar                          :  PutihKecokelatan
      b. Warna lapuk                        :  Putih Kecokelatan
 3.  Struktur Batuan                       :  Masif
4.   Tekstur                                   
      a.Derajat Kristalisasi               :  Holokristalin
   b.Granularitas                          :  Fanerik - Afanitik
   c.Bentuk Kristal                      :  Anhedral - Subhedral
      d.Relasi                                   :  Inequigranular
 5.    Komposisi Mineral                  :  Kuarsa 30%,  Piroksin 20%, Plagioklas 25%, Biotit 10%, Hornblende 15%
6.   Jenis Batuan                            :  Batuan Beku Asam
7.   Nama Batuan                          :  Batu Granit
8.  Keterangan : 1.      Kuarsa             4.  Biotit         
                          2.      Piroksin           5.  Hornblende
                          3.      Plagioklas

GENESA BATUAN




Gambar 2.31.
Granit


GENESA DAN KEGUNAAN
Granit merupakan batuan yang berasal dari proses large intrusi, yaitu pembekuan bantuan dalam suhu tinggi sehingga mineral-mineral penyusunnya akan sempurna dan berukuran besar-besar.
Granit merupakan batuan beku asam, batuan dalam atau disebut batuan plutonik. Granit ini berbutir sangat kasar dengan kombinasi warna antara putih dengan abu – abu. Sebagai contoh granit pluton dari Pulau Karimun  berwarna abu – abu dengan butiran mineral sangat besar.
Granit sering digunakan untuk pondasi galangan kapal, dermaga, pengeras jalan dan bahan bangunan lainnya. Granit banyak digunakan untuk menunjang pembangunan teknik sipil yang memerlukan kondisi masif. Granit dapat dipoles untuk lantai dan dekorasi. Granit mempunyai variasi warna yang indah



DESKRIPSI DAN GENESA BATUAN
DESKRIPSI BATUAN BEKU                  
1.   Nomor Batuan                        :  B.1        
2.   Warna Batuan                        
      a. Warnasegar                          :  PutihKeabu-abuan
      b. Warna lapuk                        :  Cokelat
 3.  Struktur Batuan                       :  Masif
4.   Tekstur                                   
      a.Derajat Kristalisasi               :  Hipokristalin
   b.Granularitas                          :  Faneroporfiritik
   c.Bentuk Kristal                      :  Euhedral - Anhedral
      d.Relasi                                   :  Inequigranular
 5.    Komposisi Mineral                  :  Plagioklas 10%, Biotit 10%, Hornblende 5%, Kuarsa 35%, Orthoklas 40%
6.   Jenis Batuan                            :  Batuan Beku Intermediet
7.   Nama Batuan                          :  Batu Diorit Porfir
8.   Keterangan : 1.   Plagioklas        4. Kuarsa
                            2.   Biotit               5. Orthoklas
                            3.   Hornblende

GENESA  BATUAN








Gambar 2.22.
DioritPorfir
GENESA  DAN KEGUNAAN
Kelompok batuan diorit ini, bila bertekstur faneritik disebut diorit dan apabila bertekstur afanitik disebut andesit. Kelompok batuan ini berada di antara kelompok batuan asam dan batuan basa, sehingga komposisi kimianya ataupun mineraloginya berada ditengah dari kedua kelompok itu. Diorit terdapat sebagai stock, dike ataupun sill, juga sebagian kecil berasosiasi dengan tubuh intsrusi yang besar dari batuan asam atau basa.
Berat jenis dari batuan ini adalah 2,85 - 3, dapat digunakan untuk pengeras jalan, pondasi bangunan, dan lain-lain.




DESKRIPSI DAN GENESA BATUAN
DESKRIPSI BATUAN BEKU                  
1.   Nomor Batuan                        :  B.4        
2.   Warna Batuan                        
      a. Warna segar                         :  Cokelat Keputihan
      b. Warna lapuk                        :  Cokelat
3.   Struktur Batuan                       :  Masif
4.   Tekstur                                   
      a.Derajat Kristalisasi               :  Holokristalin
   b.Granularitas                          :Fanerik - Afanitik           
   c.Bentuk Kristal                      :  Subhedral-Anhedral
      d.Relasi                                   :  Inequigranular
 5.    Komposisi Mineral                  :  Kuarsa 30%, Plagioklas 25%, Piroksin 20%       Biotit 10%, Hornblende 15%
6.   Jenis Batuan                            :  Batuan Beku Asam
7.   Nama Batuan                          :  Batu Granit
8.  Keterangan : 1.     Kuarsa             4. Biotit
                              2.      Plagioklas       5. Hornblende
                              3.      Piroksin          


GENESA BATUAN




Gambar 2.25.
Granit


GENESA DAN KEGUNAAN
Granit merupakan batuan yang berasal dari proses large intrusi, yaitu pembekuan bantuan dalam suhu tinggi sehingga mineral-mineral penyusunnya akan sempurna dan berukuran besar-besar.
Granit merupakan batuan beku asam, batuan dalam atau disebut batuan plutonik. Granit ini berbutir sangat kasar dengan kombinasi warna antara putih dengan abu – abu. Sebagai contoh granit pluton dari Pulau Karimun  berwarna abu – abu dengan butiran mineral sangat besar.
Granit sering digunakan untuk pondasi galangan kapal, dermaga, pengeras jalan dan bahan bangunan lainnya. Granit banyak digunakan untuk menunjang pembangunan teknik sipil yang memerlukan kondisi masif. Granit dapat dipoles untuk lantai dan dekorasi. Granit mempunyai variasi warna yang indah.




DESKRIPSI DAN GENESA BATUAN
DESKRIPSI BATUAN BEKU                  
1.   Nomor Batuan                        :  B.5        
2.   Warna Batuan                        
      a. Warnasegar                          :  PutihKeabu-abuan
      b. Warna lapuk                        :  Cokelat Keabu-abuan
 3.  Struktur Batuan                       :  Masif
4.   Tekstur                                   
      a.Derajat Kristalisasi               :  Hipokristalin
   b.Granularitas                          :  Faneroporfiritik
   c.Bentuk Kristal                      :  Euhedral - Anhedral
      d.Relasi                                   :  Inequigranular
 5.    Komposisi Mineral            :  Plagioklas 10%, Biotit 10%, Hornblende 5%, Kuarsa 35%, Orthoklas 40%
6.   Jenis Batuan                            :  Batuan Beku Intermediet
7.   Nama Batuan                          :Batu Diorit Porfir
8.   Keterangan :1.     Plagioklas        4. Kuarsa
                             2.      Biotit               5. Orthoklas
                            3.      Hornblende


GENESA BATUAN





Gambar 2.26.
Diorit Porfir

GENESA  DAN KEGUNAAN
Batuan ini merupakan batuan hasil terobosan batuan beku (intrusi) yang membentuk morfologi pembuktian berelief kasar dengan elevasi dari beberapa ratus meter hingga mencapai lebih dari 1000 meter di atas permukaan laut. Diorit porfir ini proses pembekuannya berlangsung relatif lambat, namun sebagian mineral membeku pada saat mendekati permukaan dan membeku relatif cepat, sehingga granularitas yang terbentuk adalah porfiritik dan derajat kristalisasi yang terjadi adalah hipokristalin.
Batuan beku ini memiliki kegunaan sebagai bahan pengeras jalanan. Serta dapatjugadigunakansebagaibahanpondasibangunan.




DESKRIPSI DAN GENESA BATUAN
DESKRIPSI BATUAN BEKU                  
1.   Nomor Batuan                        :  B.2        
2.   Warna Batuan                        
      a. Warnasegar                          :  PutihKeabu-abuan
      b. Warna lapuk                        :  Cokelat Keabu-abuan
 3.  Struktur Batuan                       :  Amigdaloidal
4.   Tekstur                                   
      a.Derajat Kristalisasi               :  Hipokristalin
   b.Granularitas                          :  Porfiritik - Afanitik
   c.Bentuk Kristal                      :  Euhedral - Anhedral
      d.Relasi                                   :  Inequigranular
 5.    Komposisi Mineral                  :  Plagioklas 35%, Biotit 5%, Kuarsa 40%, Orthoklas 5%,  Piroksen 15%
6.   Jenis Batuan                            :  Batuan Beku Intermediet
7.   Nama Batuan                          :Batu Dasit Porfir
8.   Keterangan :1.   Plagioklas        4. Kuarsa 
                           2.      Biotit              5. Orthoklas
                          3.      Piroksen

GENESA BATUAN






Gambar 2.23.
BatuDasitPorfir
GENESA DAN KEGUNAAN
Batuan ini memiliki kandungan silika yang cukup tinggi dan viskositasnya juga relatif tinggi. Contohnya pada lava andesitik yang sampai kepermukaan melalui celah kemudian dipermukaan akan mengalami  proses pendinginan yang relatif cepat, sehingga terbentuk kristal yang hipokristalin dan memiliki ukuran butir yang porfiro afanitik, ada juga yang ukuran butirnya besar dikelilingi massa dasarnya halus. Biasanya lava andesitik memiliki sifat cair, sehingga bila yang dipermukaan lava telah sampai maka lava ini akan segera menyebar kedaerah lain dengan penyebaran yang sangat luas.
Biasanya batu dasitporfir digunakan baik untuk bahan bangunan, pengaspalan jalan, jembatan, bendungan serta dapat juga dipakai sebagai batu perhiasan.



DESKRIPSI DAN GENESA BATUAN
DESKRIPSI BATUAN BEKU                          
1.   Nomor Batuan                        :  B.3
2.   Warna Batuan                        
      a. Warna segar                         :  Hitam Mengkilat
      b. Warna lapuk                        :  Hitam
3.   Struktur Batuan                       :  Masif
4.   Tekstur                                   
      a.Derajat Kristalisasi               :  Holohialin
   b.Granularitas                          :  -
   c.Bentuk Kristal                      :  -
      d.Relasi                                   :  -
 5.    Komposisi Mineral                  :  Gelas Silika
6.   Jenis Batuan                            :  Batuan BekuAsam
7.   Nama Batuan                          :  Batu Obsidian
8.   Keterangan                              : 1.     GelasSilika


GENESA BATUAN




Gambar 2.24.
Obsidian

GENESA DAN KEGUNAAN
Obsidian merupakan salah satu contoh batuan beku yang terbentuk langsung dari hasil pembekuan magma letusan gunung api. Magma yang membentuk batuan mengalami proses pendinginan yang sangat cepat sehingga tidak terbentuk kristal atau bisa disebut gelasan. Obsidian ini biasanya ditemukan dalam pinggiran dari aliran lava mineral felsik, dimana batuan tersebut dapat membeku dengan cepat.
Kegunaan utama dari obsidian pada umumnya digunakan sebagai batuan untuk dekorasi, karena obsidian mempunyai warna indah dan keras, di samping itu mudah dibentuk. Pada zaman prasejarah, manusia purba memanfaatkan obsidian untuk senjata / kapak atau titikan penimbul api. Karena sifatnya yang keras dan sangat resisten, obsidian dapat dimanfaatkan sebagai fondasi bangunan. Selain itu, perlit hasil rekayasa dari obsidian dapat digunakan untuk bahan beton ringan, dinding peredam, isolasi panas, bahan penggosok, saringan ataufilter, bahan pembawa (media), dan campuran makanan ternak.